Piksel
adalah unsur gambar atau representasi sebuah titik terkecil dalam sebuah gambar
grafis yang dihitung per inch.
Megapixel (Megapiksel) terdiri berasal
dari gabungan kata “mega” yang menunjukkan satuan juta, dan pixel yang
bermaksud titik elemen gambar (English = Picture Element).
Jadi megapixel berarti sejuta titik elemen gambar.
Pixel (picture
element) digunakan untuk mengekspresikan resolusi layer digital, 1 pixel adalah
unit terkecil dari sebuah gambar. Sementara 1 megapixel terdiri dari 2^20 atau
setara dengan 1,048,576 pixel. Secara teoritis jumlah megapixel yang lebih
tinggi pasti dapat menghasilkan kualitas gambar yang bagus padahal kenyataannya
masih ada faktor lain yang ikut menentukan kualitas gambar yaitu Sensor dan
Lensa.
DSLR adalah singkatan dari Digital Single-Lens Reflex.
Kamera DSLR artinya kamera digital yang menggunakan refreksi lensa tunggal.
Fotografer mengintip objek yang akan difoto melalui lubang intip atau biasa
disebut view-finder. Hasil foto yang akan
didapat adalah sama dengan apa yang tampak melalui view-finder
tersebut.
Fungsi – fungsi foto digital
1. P
(program AE) berfungsi untuk mengatur kamera secara otomatis baik ISO,
Speed, WB, metering mode, dan Afmode. Pada mode ini, anda masih bisa mengontrol
flash sesuka anda.
2.
Av
(Aperture Priority) yang dapat membantu anda untuk mengatur diafragma namun
speed akan berjalan secara otomatis.
3. Tv
(Shutter Speed Priority) berfungsi untuk membantu anda dalam mengatur speed
namun diafragma berjalan secara automatis. Pada mode ini, anda masih bisa
mengatur Flash sesuai dengan apa yang anda inginkan. Jika anda ingin mengatur
keseluruhan funsgi sendiri, anda dapat memilih M (manual exposure) yang berarti
bahwa anda mengatur keseluruhan fungsi kamera digital baik iso,
speed, dan diafragma.
Istilah – istilah Fotografi
1. ISO
Jika kita mengambil Foto di ruangan terbuka
mungkin sensitifitas cahaya sangat mengganggu, dan Tingkat sensitifitas cahaya
tergantung pada ISO. Semakin besar angka pada ISO akan semakin sensitif dalam
menangkap cahaya, namun efek negatifnya jika kita tidak bisa setting ISO dengan
benar makan akan timbul noise pada foto yang dihasilkan.
2. Speed
Sudah jelas kita bisa menyimpulkan ini pasti
berhubungan dengan kecepatan, speed adalah kecepatan kamera dalam menangkap
sebuah gambar. setting untuk Speed bisa dirubah sesuai keinginan dan kebutuhan
objek yang akan kita foto. Semakin cepat pengaturan speed semakin beku gambar
tersebut dan semakin lambat speed akan membutuhkan stabilizer agar gambar tidak
shake. seperti kita menangkap objek bergerak seperti kendaraan atau kereta
teknik setting speed sangat kita perlukan untuk mendapatkan gambar yang
berkualitas.
3. Diafragma/Bukaan/Aperture
Biasa secara umum kita sebut ini dengan bukaan
lensa, ini berfungsi untuk menangkap intensitas cahaya yang masuk kedalam
kamera. Intinya jika semakin besar bukaan lensa akan semakin besar pula
kapasitas menangkap cahaya, hal ini berpengaruh pada ruang tajam gambar (DOF)
atau biasa disebut dengan Depth Of Field.
4. Mode Dial
Dalam setiap kamera DSLR Atau Pocket sekalipun pasti memilik mode dial baik
itu dalam bentuk tombol maupun panel putar. Biasanya yang nampak ada 5 macam
mode dial yaitu :
1. Auto, adalah pengaturan paling mudah dalam kamera, karena semua sudah diatur
secara dan disetting secara otomatis, pemakai kamare tinggal pencet shutter
langsung jadi foto. namun kekurangannya kita tidak akan puas dengan hasilnya
karna setting otomatis ini bisa dikatakan setting kamera secara default, tapi
mode ini bisa membantu bagi pemula.
2. Aperture Priority, Adalah dimana kecepatan akan diatur secara
otomatis kemudian untuk diafragma/bukaan kita atur sendiri sesuai kebutuhan.
3. Speed Priority, adalah dimana system ini merupakan kebalikan
dari Aperture Priority.
4. Program, adalah semua telah diatur oleh kamera. bisa dikatakan setting default
mirip seperti Auto.
5. Manual, Adalah fungsi mode ini kita dapat bereksperimen mulai dari
pengaturan WB, Speed dan sebagainya. cocok untuk photografer pro atau yang
sudah mengerti setting kamera.
Peralatan Fotografi
ALAT BANTU PEMOTRETA
a. Filter
Sesuai
dengan namanya alat ini cara kerjanya sama seperti filter
pada umumnya yaitu sebagai penyaring, jika di dalam rokok berguna menyaring
asap tapi disini filter berfungsi
menyaring cahaya yang masuk sehingga menimbulkan efek-efek yang kita inginkan.
Penggunaannya dengan cara dipasang diujung lensa. Bentuk filter ada dua yaitu square (kotak) dan circle (bulat). Jika menggunakan filter square,
kita harus menambahkan ring khusus di depan lensa. Untuk
penggunaan filter yang bentuknya bulat, kita
harus memperhatikan diameter dari lensa kamera yang kita gunakan. Macam –
macam filter dan kegunaannya antara lain
:
a. filter PL,
memekatkan warna dan menghilangkan refleksi
b. filter UV,
mengurangi sinar ultra violet.
c. filter ND
(natural density), mengurangi contrast.
d. filter warna,
memberi efek warna.
e.filter soft,
melembutkan objek.
f. filter
diffuser, hampir sama dengan filter soft, tapi lebih halus.
g. filter
cross, memberi efek cross/silang pada sumber cahaya.
h. filter
multi image, memberi efek multi image.
i. filter
multi expose, digunakan dalam pemotretan multi expose.
j. filter
gradasi, memberi efek gradasi warna
b. Tudung Lensa
Alat yang
dipasang pada lensa ini berfungsi menghilangkan cahaya/sinar yang tidak
diinginkan masuk kedalam lensa karena cahaya tersebut biasanya dapat
menyebabkan flare pada hasil pemotretan. Flare dapat merusak hasil foto
karena menurunkan kontras dan mengurangi saturasi warna. Alat ini sangat
berguna terutama pada pemotretan yang berhadapan langsung dengan arah datangnya
cahaya.
c. Tripod
Tripod atau
biasa disebut kaki tiga berfungsi sebagai peyangga kamera saat pemotretan agar
kamera tidak mengalami guncangan (shaking).
Biasanya digunakan pada pemotretan yang menggunakan kecepatan (speed ) rendah/lambat dan untuk menopang lensa-lensa
panjang.
d. Monopod
Mempunyai
fungsi yang sama dengan tripod tetapi hanya bentuknya yang berbeda yaitu hanya
satu kaki sehingga lebih praktis.
e. Kabel Release
Bentuknya
hampir seperti injeksi yang lentur berfungsi untuk menghindari goncangan saat shutter ditekan karena saat memakai
alat ini kita tidak perlu menekan shutter secara
langsung. Penggunaannya dipasang pada soket kabel release
yang biasanya terdapat pada tombol shutter. Biasanya
ini soulmate-nya tripod dan biar
penggunaan tripod lebih afdol.
f. Background
Kain atau
latar belakang yang digunakan untuk pemotretan studio dengan berbagai macam
gambar, pola dan warna.
g. Stand Background
Alat
penyangga background, dan dalam penggunaannya paling tidak ada 2 stand. Alat
ini bisa dinaik – turunkan sesuai kebutuhan.
ALAT BANTU PENCAHAYAAN
a. Flash atau Blitz
Diperlukan
dalam pemotretan apabila cahaya yang ada dirasa kurang/ minim, misalnya
pemotretan pada malam hari. Meskipun demikian, tidak diharamkan bagi kita untuk
menggunakan flash pada siang hari, saat cahaya
yang ada sudah cukup banyak/terang. Penggunaan flash pada siang hari biasanya
untuk fill in. Sumber tenaga flash berasal dari baterai. Flash dapat digunakan sesuai dengan
kekuatannya, jaraknya, hingga fasilitas lebih yang dimilikinya.
b. Slave Unit
Dapat
disebut sebagai alat sensor. Cara kerja slave unit adalah menangkap cahaya dari
main light (sumber cahaya utama)
untuk kemudian menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave
unit tersebut.
c. Sincro Cable/Kabel Sinkro
Kabel yang
digunakan untuk membantu menyalakan flash tambahan
atau sumber cahaya pemotretan yang lain. Cara penggunaan kabel sinkro yaitu
dengan cara menghubungkannya dari sumber cahaya tambahan ke body kamera.
d. Holder atau Braket
Alat ini
digunakan jika kita merasa perlu menggunakan flash tambahan.
Holder berfungsi sebagai penyangga flash tambahan dan slave unit. Penggunaannya
dengan cara dipasang pada body kamera.
e. Strobo atau Strobe
Alat ini
hampir mirip dengan flash, tapi
bentuknya lebih besar dan cahaya yang dihasilkan juga lebih besar. Strobo dapat
menyimpan cahaya dengan sumber tenaga yang berasal dari tenaga listrik AC atau
baterai kering. Strobo memiliki sensor yang dapat menangkap main light sumber cahaya utama.
Jadi strobo akan menyala secara otomatis ketika ada main
light yang dinyalakan. Jika tidak menggunakan main light, strobo dapat
diaktifkan dengan cara menghubungkan kabel sinkro langsung dari strobo ke
kamera. Ukuran kekuatan cahaya yang dihasilkan strobo dapat kita atur sesuai
selera kita. Alat ini lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor.
f. AC Slave
Hampir
mirip dengan strobo cara kerja dan penggunaannya. Tetapi sifat arah cahaya dari
AC Slave lebih melebar atau menyebar ke segala arah.
g. Snoot
Alat ini
berfungsi mengarahkan cahaya pada satu titik agar tidak menyebar/terpusat.
Bentuk snoot menyerupai corong dan juga lebih banyak digunakan untuk pemotretan
studio/indoor. Biasanya juga digunakan untuk pemotretan double dan multi expose.
h. Payung Reflektor
Sifat
cahaya yang dihasilkan lebih luas sehingga bayangan dan cahaya keseluruhan
menjadi lebih lembut. Payung reflektor memiliki bermacam-macam warna. Warna
standardnya putih, tapi ada juga yang berwarna perak (menghasilkan cahaya yang
lebih kuat) dan emas(menghasilkan cahaya yang hangat) . Sumber cahaya alat ini
berasal dari strobo.
i. Reflektor
Digunakan
untuk memberi cahaya tambahan yang merupakan pantulan cahaya dari main light. Biasanya berbentuk
bundar dan kotak. Pada umumnya memiliki 3 warna yaitu putih, perak dan emas.
Kita juga dapat menggunakan sehelai kain putih, styrofoam dan kertas mengkilap
sebagai reflektor yang berguna pada saat pemotretan.
j. Soft Box
Sebuah
kotak yang terbuat dari kain dengan kedudukan atau rangka yang berbentuk
seperti pyramid. Cahaya yang dihasilkan softbox lebih lembut daripada cahaya
yang dihasilkan payung reflektor maupun reflektor. Softbox
memiliki bermacam-macam ukuran(semakin besar ukurannya semakin lembut cahaya
yang dihasilkan). Sumber cahaya Soft Box juga
berasal dari strobo.
k. Barndoors
Berbentuk
segi empat dan bewarna gelap. Biasanya dipasang pada soft box. Kegunaan dari
barndoors adalah untuk mengarahkan cahaya yang keluar dari sumber cahaya.
l. Honeycomb/Sarang Tawon
Alat ini
sejenis dengan filter dan bentuknya bundar seperti sarang tawon, tapi dipasang
pada lampu/sumber cahaya. Berfungsi untuk menghaluskan cahaya yang jatuh ke
arah obyek.
m. Light Stand
Alat yang digunakan untuk menyangga lampu studio.
n. Flash Meter
Berfungsi
sebagai pengukur kekuatan sumber cahaya dalam pemotretan
indoor atau
outdoor. Alat ini lebih akurat
daripada
light meter yang ada pada kamera.
o. Infrared Sender
Mengirimkan sinar infrared untuk memancing nyala flash
atau lampu studio
p. Trigger
Menyalakan flash/lampu studio dengan gelombang elektro